Sejarah Masjid Al-Furqon Lendah
Masjid Al
Furqon bersebelahan dengan kompleks makam Kyai Landoh, tokoh penting dalam
perkembangan Islam di daerah Lendah. Tentang hubungan antara Masjid Al Furqon
dengan Kyai Landoh, Pak Sutirto tidak memberikan jawaban pasti selain
selisih waktu masa hidup Kyai Landoh yakni tahun 1600 an dan Masjid baru
dibangun tahun 1860 juga tidak ditemukan catatan sejarah tentang hal ini.
Satu-satunya yang bisa dihubungkan adalah persamaan mustoko/kubah yang ada di
Masjid dengan Makam Kyai Landoh, karena sejak awal berdiri mustoko/kubah
tersebut tidak pernah diganti. Kubah terbuat dari keramik/tanah liat sehingga
sampai saat ini kondisinya masih bagus dan seperti saat awal dipasang
dahulu.
Untuk
memakmurkan masjid, takmir memiliki berbagai kiat, diantaranya adalah membangun
tempat bermain untuk anak-anak sehingga setiap sore anak-anak selalu datang di
masjid. Selain itu takmir masjid juga memiliki agenda acara regular untuk
anak-anak diadakan pengajian Iqro 2 kali dalam seminggu, untuk muda-mudi
diadakan kajian juga pengajian setiap minggu sekali, untuk bapak-bapak ada
semakan dan pengajian rutin seminggu sekali, bagi ibu-ibu sekali dalam seminggu
diadakan pengajian rutin. Pengajian Ahad pagi juga diadakan untuk masyarakat
umum, biasanya mengundang ustadz dari luar daerah untuk menambah wawasan ilmu
agama.
.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar